Dear lisan,

apa kabarmu hari ini?

apa kau telah memberikan makna?

atau justru menorehkan luka?

di hati orang yang mendengarkanmu..

aku tengah membaca lini maya malam ini, dan kudapati ada kalimat sindiran, ada kalimat bentakan, ada kalimat biasa, lalu aku tetiba ingin menanyakan keadaanmu hai lisan..

lisan, kau telah hidup 20 tahun lebih bersamaku,

saat lahir, aku tidak bisa mengucapkan satu kata pun,

aku hanya bisa menangis dan tersenyum,

begitu polos, begitu lembut, dan menggemaskan,



karenanya, mungkin semua orang menyukaiku,

karena aku tak banyak bercakap ketika baru dilahirkan,

dan lalu aku mulai bercakap-cakap melaluimu lisan..

satu kata, dua kata, mungkin sudah ratusan ribu, jutaan kata yang tak mampu ku ingat telah ku lisankan sampai hari ini..

lisan, kau telah hidup lama dengan ku,

menamaniku hampir setiap saat,

kau pasti faham betul, kalau aku ini seorang anak yang cengeng,

aku mudah terluka oleh perkataan yang kasar, aku juga tersentak dengan bentakan, dan senyap oleh sindiran, ditambah dengan ekspresi wajah dan sorotan mata yang tajam..

lisan, malam ini aku bertanya padamu,

karena aku mudah terluka oleh penyampaian lisan orang lain,

apakah kau sudah menjaga dirimu hai lisan?, agar tak melukai orang lain..

apa kau sudah mengukur intonasimu hai lisan?, agar tak membuat orang lain tersentak..

apa kau sudah merasa hebat hai lisan?, sampai-sampai kau dengan bangganya menyindir ataupun menghujat orang lain..

lisan,

bagaimana kabarmu hari ini?

bukankah diam terkadang menenangkan,

aku ingin kau melantunkan yang baik-baik saja hai lisan?,

mau kah kau belajar bersamaku?

mari kita membaikkan diri kita hai lisan,

agar kita sejatinya menjadi berdampingan dengan mesra,

aku yang takut tersakiti dan kau yang menjaga dirimu agar tak menyakiti orang lain..

kita saling berbagi hangat,

aku merasa hangat jika bisa melihat senyuman orang lain,

maka lisan,

maukah kau juga memberikan rasa hangat kepada orang lain?

dengan melantunkan kalimat-kalimat hangat, bermakna, dan bermanfaat..

bila tidak,

baiknya kau menyepi, lalu berdiam diri hai lisan,

agar kau tak menyakiti..

Salam Ukhuwah Islamiyah sahabatku semua

Semoga Kita dapat menjaga Lisan Kita dg baik.. Smg Lisan kita lbh banyak dipergunakan Utk Berdzikir dan Beristighfar kepada Allah bukan dipergunakan utk menyakiti perasaan org lain... Aamiin
InsyaAllah

Advertisement

0 comments:

Post a comment

 
Top